Selasa, 09 April 2019

Ilmu Budaya Dasar - Cinta Dan Keindahan

Cinta Dan Keindahan

A. Cinta

"Mencintai dalam diam adalah seperti menari takjim sendirian di antara kabut pagi di sebuah padang rumput yang megah dan indah. Dan meski tidak tersampaikan, tidak terucapkan, demi menjaga kehormatan perasaan, kita selalu tahu itu sungguh tetap sebuah tarian cinta." Tere Liye

Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang disaat kamu tidak mengharapkannya. Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. Jadi jangan terburu-buru dan pilih yang terbaik.

Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang “sempurna” bagi seseorang. Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri. Jangan pernah bilang “I love you” kalau kamu tidak perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya berbohong.

Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya. Cinta bukan “Ini salah kamu”, tapi “Ma’afkan aku”. Bukan “Kamu dimana sih?”, tapi “Aku disini”. Bukan “Gimana sih kamu?”, tapi “Aku ngerti kok”. Bukan “Coba kamu gak kayak gini”, tapi “Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya”.

Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.

Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan. Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya. Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.

Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu. Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah dengan seseorang lebih menyakitkan apabila kamu dilupakan oleh kekasihMu, tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kamu sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan.

Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya. Kalau dia tidak “worth it” sekarang, dia tidak akan pernah “worth it” setahun lagi ataupun 10 tahun lagi. Biarkan dia pergi…

B. Keindahan

Keindahan adalah identik dengan kebenaran-keindahan adalah kebenaran, dan kebenaran adalah keindahan keduannya mepunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perorangan, waktu dan tempat, selera model ke daerah atau lokal.

· Apakah keindahan itu?

Abad ke-18 pada saat itu pengertian keindahan telah dipelajari oleh para filsuf. Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis Besar Estetik” (Filsafat keindahan) dalam bahasa Inggris keindahan itu di terjemahkan dengan kata “beautiful”, Prancis “beau” italia dan spanyol “bello”. Kata-kata itu berasal dari bahasa latin “bellum”. Akar katanya adalah “bonum”. Yang berarti kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecualian menjadi “bonellum” dan terakhir di pendekan sehingga di tulis “bellum”.

Selain itu menurut luasnya dibedakan pengertian:

a. Keindahan dalam arti luas
b. Keindahan dalam arti astetik murni
c. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannnya dengan pengertian.

The Liang Gie menjelaskan bahwa keindahan dalam arti luas mengandung pengertian, ide lebarkan misalnya Plato menyebut watak yang indah dan hukum yang indah, sendangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan.

Jadi pengertian yang seluas-luasnya meliputi:
a. Keindahan seni
b. Keindahan alam
c. Keindahan moral
d. Keindahan intelektual

Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.

Keindahan dalam arti yang terbatas mempunyai arti yang lebih di sempitkan sehingga hanya menyangkut bedan-benda yang dapat diserap dengan penglihatan. Yakni berupa keindahan bentuk dan warna. Jadi keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kualitas pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kualitas yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity). Keseimbangan (balance), dan kebaikan.

Dari ciri itu dapat diambil kesimpulan, bahwa keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata.

· Apa sebab manusia menciptakan keindahan

Keindahan itu pada dasarnya adalah alamiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Ini berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu artinya wajar tidak berlebihan atau tidak pula kurang, kalau pelukis wanita lebih cantik dari keadaan yang sebenarnya justru tidak indah.

· Makna Keindahan
a. Keindahan adalah suatu yang mendatangkan rasa menyenangkan bagi yang melihat (Toistoy).
b. Keindahan adalah keseluruhan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sama lain, atau dengan keseluruhan itu sendiri. (Baumgarten)
c. Yang indah adalah yang baik, jika belum baik ciptaan itu belum indah. Keindahan harus dapat memupuk perasaan moral. Jadi ciptaan-ciptaan yang amoral tidak bisa dikatakan indah karena tidak dapat digunakan untuk memupuk moral (Sulzer).
d. Keindahan dapat berlepas sama sekali dari kebaikan (Michelmah).

Selain dari pengertian keindahan tersebut di atas terlalu sayang kalau tidak kita lihat pendapat Emmanuel Kant berikut ini: Menurut dia keindahan itu bisa dilihat dari 2 segi yaitu dari segi arti yang subyektif dan dari segi arti yang obyektif. Dari segi arti yang subyektif keindahan di katakan sebagai suatu yang tanpa harus direnungkan ataupun disangkut-pautkan dengan kegunaan kegunaan praktis sudah bisa mendapatkan rasa senang. Pada diri si penghayat, sebagai keserasian yang di kandung obyek sejauh obyek tersebut tidak ditinjau dari segi tujuannya.

Rabu, 13 Maret 2019

Ilmu Budaya Dasar - Resensi Novel

Memeluk Masa Lalu - Dwitasari




Penulis : Dwitasari
Penyunting : Dila Maretiqhasari
Perancang & Ilustrasi sampul : NA Zundaro
Ilustrasi isi : Belinda CH
Pemeriksa aksara : Septi WS dan Kiki Riskita Sari
Penata aksara : Arya Zendi
Penerbit : Bentang Belia ( PT.Bentang Pustaka)
Jumlah halaman : 128 halaman
Tebal buku : 18 cm
Terbit : 2016
Rating : 3/5

Aku ingin jatuh cinta dengan jutaan keajaiban yang aku rasakan saat jatuh cinta,
kemudian tuhan mempertamukanku dengan mu
Memeluk Masa Lalu – Dwitasari


Untuk kekasih delapan belas jam yang saya cintai diam-diam 
-Cleo


  Di buku ini, Dwitasari kembali menulis tentang kisah cinta yang mungkin sangat sering dialami oleh remaja saat ini. Dan disertai dengan kata-kata yang galau dan menusuk hati bagi para pembaca. Cleo seorang gadis yang tinggal bersama papanya dan Dia ingin melanjutkan kuliah di Jogja kota yang sangat Ia sukai. Ia adalah gadis yang sangat suka dengan sastra juga senang menulis, dan yang Ia tulis tidak jauh dari hal yang berbau kegalauan dan mampu membuat penikmatnya baper.

Namun Ia termasuk wanita yang mempunyai tingkat kegengsian yang tinggi, akibat rasa gengsi itu Ia telah kehilangan Pria yang Ia kagumi. Raditya seorang Pria yang gagah dan menggunakan kacamata dan yang sangat sayang terhadap Ibunya, apapun yang ibunya inginkan Ia turuti asalkan ia bisa melihat Ibunya senang. 

Ia juga seorang Pria yang punya tingkat kegengsian yang tinggi sama dengan Cleo, akibat rasa gengsi itu mereka tidak bisa menyatu dan akhirnya bertemu setelah 3 tahun dan semua telah terlambat. Ninda seorang gadis yang sangat mencintai Raditya, Ia gadis yang manja dan ia adalah wanita yang Ibu Raditya suka. Raditya selalu pasrah terhadap wanita ini asalkan bisa melihat Ibunya senang.

Cerita ini dimulai saat Cleo tidak bisa diantar oleh Papanya untuk menuju ke Jogja. Lalu Papanya memaksa dia untuk menaiki Bus tujuan Jogja. Saat di loket Bus Ia bertemu dengan Raditya yang dianggap Pria yang tidak benar karena merokok sembarangan sampai akhirnya mereka beradu mulut. Ternyata, mereka sama-sama ingin pergi ke Jogja dan yang parahnya mereka duduk bersebelahan. Dari Cibinong menuju ke Jogja mereka habiskan dengan bercerita dan kadang Cleo sampai tertidur di bahu Raditya sampai akhirnya Cleo suka dangan Pria itu, begitu juga sebaliknya.

Saat tiba di Jogja mereka terpisah dan bertemu setelah 3 tahun. Sebelum mereka berpisah mereka saling menuggu untuk meminta kontak satu sama lain. Karena punya rasa gengsi, mereka akhirnya tidak berani untuk melakukannya. Setelah 3 tahun, mereka akhirnya bertemu kembali di Bandara saat ingin menuju ke Cibinong tempat mereka tinggal. 

Karena asik mengobrol merekapun tertinggal pesawat dan memutuskan untuk menaiki Bus sambil bernostalgia. Seiring berjalannya waktu Cleo mengetahui bahwa Raditya akan menikah, lalu Ia memustuskan untuk benar-benar melupakan Raditya dan bertemu dengan Rey. Raditya pun menikah dengan pilihan Ibunya yaitu Ninda. Walaupun mereka masih saling mencintai tapi mereka percaya kalau cinta tak harus memiliki. 

Kelebihan novel ini menceritakan Cleo yang tetap sabar dan tabah dalam menjalani hidupnya. Ia juga menerima dan melepaskan orang yang Ia sayangi demi kebahagiaan mereka. Kurangnya di novel ini penulis tidak menceitakan Cleo dan Raditya saling mencari selama 3 tahun, dan apa-apa saja yang mereka usahakan supaya bisa bertemu kembali.

Kelebihan : Dwitasari dikenal karyanya yang berasal dari curhatannya. Siapa sangka curhatannya menjadi karya. Novel ini meskipun tipis tapi penulis mencampur adukan rasa kesal ketika raditya hilang kabar. Rasanya, menyebalkan, 

Kekurangan : Sayangnya kejadian di bus sangat di ulur. Mungkin karena novel ini tipis jadi di jabarin sangat sedikit dan berlete-tele.

Ilmu Budaya Dasar - Puisi

Terima Kasih Telah Datang

Karya : Inendyaaar


Sakit, Itu yang aku rasakan sekarang
Lalu, untuk apa aku mempertahankan?
  Entahlah…
  Iya, ku tahu itu salah
  Tapi…
  Yasudahlah aku akan menjauh
  Iya, menjauh darimu
Untuk apa? Untuk kau
Supaya kau bahagia dengannya
Cukup, aku saja yang merasakan
  Kau? Jangan
  Cukup, aku saja yang menjauh
  Kau? Jangan,
  Tetaplah bersamanya, hingga nanti
  Terima kasih telah datang,
  Dan, aku akan pergi

Rabu, 24 Oktober 2018

Ilmu Sosial Dasar - Individu Keluarga dan Masyarakat

Individu, Keluarga dan Masyarakat


1. Pertumbuhan Individu
a. Pengertian Individu
Individu berasal dari kata latin, “individuum” artinya “yang tidak terbagi”. Jadi Individu merupakan suatu sebutan yang dipakai untuk menyatakan kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Dalam ilmu sosial, Individu menekankan penyelidikan pada kenyataan-kenyataan hidup istimewa yang tak seberapa mempengaruhi kehidupan manusia.
Individu bukan berarti manusia sebagai suatu kesatuan melainkan manusia sebagai makhluk hidup yang dihitung dalam “perseorangan”. Oleh karena itulah, sifat satu individu dengan yang lainnya berbeda meskipun mereka tinggal dalam satu lingkungan yang sama. Sejenis tetapi tidaklah sama, pola pikir dan sifat memiliki cirinya tersendiri. Karena diferensiasi itulah, Individu memiliki keuntungan dalam mengetahui sejumlah wawasan seperti bahasa, agama, adat istiadat, hukum, ilmu pengetahuan dan sebagainya. Berdasarkah hal tersebut maka diperolehlah kesimpulan bahwa Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga memiliki pola dan tingkah laku spesifik dan lainnya.

b. Pengertian Pertumbuhan
Secara generalisasi, pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran, volume dan massa yang bersifat irreversible (tidak dapat dibalik) karena adanya pembesaran sel dan pertambahan jumblah sel akibat adanya proses pembelahan sel. Pertumbuhan dapat dinyatakan secara kuantitatif karena pertumbuhan dapat diketahui dengan cara melihat perubahan yang terjadi pada makhluk hidup yang bersangkutan. Perubahan dalam proses pertumbuhan biasanya disebut dengan istilah protes. Menurut pengertian ahli aliran asosiasi, Pertumbuhan adalah suatu proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara bertahap karena pengaruh baik dari pengalaman empiris luar maupun panca indera yang menimbulkan sensations atau pengalaman melalui keadaan mentar sendiri yang menimbulkan reflection.
Sedangkan menurut pendapat ahli psikologis Gestalt, Pertumbuhan adalah suatu proses differensiasi yaitu terjadinya pertumbuhan pada seseorang secara perlahan dengan mengenal sesuatu secara keseluruhan barulah kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang ada. Diliain pihak menurut konsepsi sosialisasi, Pertumbuhan merupakan salah satu proses dari sosialisasi dimana individu secara perlahan tumbuh dengan berinteraksi sosial bersama individu lainnya baik di dalam maupun luar lingkungannya.

c. Factor yang mempengaruhi pertumbuhan
Pada garis besarnya, perumbuhan itu terbagi menjadi tiga aliran yaitu;

Nativistik, Menurut pendapat ahli mengenai aliran ini, Pertumbuhan individu itu semata-mata ditentukan oleh faktor yang dibawa sejak lahir. Mereka berpendapat bahwa jika orang tua seorang anak memiliki bakat tertentu, misalnya penyanyi atau pelukis, maka bakat yang dimiliki orang tua itu bisa saja menurun dan diwariskan pada anaknya. Sehingga anak tersebut memiliki suatu kemiripan dengan figure orang tua kandungnya. Namun sampai saat ini masih diragukan apakah kesamaan yang dimiliki anak dan orang tuanya ini berasal dari pembawaan sejak lahir ataukah karena ditopang berbagai fasilitas yang menuntunnya melalui jalan yang sama seperti orang tuanya.
Pendirian Empiristik dan Enviromentalistik, Teori ini adalah kebalikan dari Nativistik. Para ahli berpendapat bahwa pertumbuhan individu itu berasal dari lingkungannya bukan pada dasar yang terpendam di dalam diri sejatinya. Jadi, pada dasarnya, pendirian ini menolak pada dasar yang ada di dalam diri Individu dan lebih menekankan pada lingkungan dimana Individu itu berada. Pendirian macam ini biasa disebut Enviromentalistik. Menurut paham ini, di dalam pertumbuhan Individu baik dasar maupun lingkungan sama-sama memegang pemeranan yang sangat penting dimana bakat dan dasar yang dimiliki individu itu haruslah dapat diserasikan dengan lingkungannya. Misalnya, seorang anak yang tumbuh di lingkungan masyarakat normal suatu saat juga akan menjadi bagian dari masyarakat tersebut ketika dewasa nanti sedangkan seorang anak yang hidup terlantar di dalam hutan dan diasuh oleh komplotan serigala kelak ketika dewasa nanti akan bertingkah laku layaknya serigala, ia meniru apa yang diberikan lingkungan kepadanya.
Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme, Konsepsi konvergensi ialah konsepsi interaksionisme yang berpandangan dinamis yang menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu. Nampak lain dengan konsepsi konvergensi yang berpandangan oleh dasar (bakat) dan lingkungan.

2. Fungsi Keluarga
a. Pengertian Fungsi Keluarga
Fungsi Keluarga adalah suatu pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu..

b. Macam-Macam Fungsi Keluarga
  • Fungsi Biologis, yaitu fungsi Keluarga dalam melakukan tugas utamanya untuk meneruskan keturunannya.
  • Fungsi Pemeliharaan, yaitu fungsi Keluarga untuk melindungi setiap bagian anggota keluarganya dari gangguan – gangguan dengan cara menyediakan rumah sebagai tempat bernaung, memberikan layanan kesehatan ketika salah satu anggotanya sakit dan memberikan keamanan dari segala bahaya yang mengancam.
  • Fungsi Ekonomi, yaitu fungsi Keluarga sebagai pemenuh kebutuhan setiap anggotanya. Misalnya seperti seorang kepala keluarga yang mencari nafka untuk mencukupi kebutuhan keluarganya setiap hari.
  • Fungsi Keagamaan, yaitu fungsi Keluarga sebagai media untuk mengenalkan/menanamkan nilai-nilai atau unsur keagamaan kepada anggotanya. Misalnya dengan menanamkan keyakinan umat manusia akan adanya Tuhan serta jalan hidup di dunia ini maupun di akhirat kelak.
  • Fungsi Sosial, yaitu fungsi Keluarga sebagai pemersiap masa depan anaknya jika kelak suatu saat nanti terjun ke dalam dunia masyarakat dan lingkungannya.
3. Individu, Keluarga dan masyarakat
a. Pengertian keluarga
Keluarga adalah lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih berhubungan darah. Keluarga sebagai kelompok social yang terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu.

b. Pengertian masyarakat
Masyarakat adlah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.

c. Dua golongan masyarakat
  • Masyarakat Sederhana, dalam lingkungan masayarakat sederhana (primitive) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja dalam bentuk lain tidak terungkap dengan jelas, sejalan dengan pola kehidupan dan pola perekonomuan masyarakat promitif atau belum sedemikian rupa seperti pada masyarakat maju.
  • Masyarakat Maju, memiliki aneka ragam kelompok social atau lebih akrab dengan sebutan kelompok organisasi masyarakat yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai.

1)Masyarakat Non Industri
Secara garis besar, kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industry dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer (prymari group) dan kelompok sekunder (secondary group)

2) Masyarakat Industri
Ketika berkembang pesatnya industri di eropa pada abad ke-15. Hal tersebut melahirkan bentuk pembagian kerja antara majikan dan buruh. Semula pembagian kerja antara majikan dan buruh membawa konsekuensi memisahkan pekerja dengan majikan lebih nyata.

4. Hubungan antara individu keluarga dan masyarakat
a. Makna individu
Manusia adalah mahluk individu. Mahluk individu berarti mahluk yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak dapat dipisah-pisahkan antara jiwa dan raganya.

b. Makna keluarga
Keluarga adalah merupakan kelompok primer yang paling penting di dalam masyarakat. Keluarga merupaka sebuah grup yang terbentuk dari hubungan laki-laki dan wanita, perhubungan mana sedikit banyak berlangsung lama untuk menciptakan dan membesarkan anak-anak.

c. Makna masyarakat
Dalam arti yang luas masyarakat dimaksud keseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya, atau dengan kata lain : kebulatan dari semua perhubungan dalam hidup bermasyarakat. Dalam arti sempit masyarakat dimaksud sekelompok manusia yang dibatasi aspek-aspek tertentu, misalnya teritorial, bangsa, golongan, dan sebagainya.

d. Hubungan individu, keluarga dan masyarakat
Manusia sebagai makhluk individu dalam arti tidak dapat dipisahkan antara jiwa dan raganya dalam prosesnya untuk bisa berkembang ia memerlukan keterpaduan antara perkembangan jasmani maupun rohani. Sebagai makhluk yang sosial, seorang individu tidak dapat berdiri sendiri dan saling membutuhkan antara dirinya sendiri dengan individu lainnya untuk mengadakan hubungan sosialisasi di tengah – tengah masyarakat.
Keluarga yang memiliki berbagai fungsi yang dijalankannya merupakan perwujudan dari suatu wahana/wadah dimana seorang Individu mengalami proses bersosialisai untuk yang pertama kalinya juga memiliki peranan yang begitu penting bagi Individu tersebut karena dari keluargalah seorang Individu itu ditempa karakternya untuk bisa menjadi bagian dari masyarakat luas ketika dewasa nanti.
Sebagai bagian yang tak dapat dipisahkan dari masyarakat, Keluarga juga memiliki kolerasi fungsional dengan masyarakat tertentu. Itulah sebabnya mengapa proses pengembangan Individu menjadi seseorang yang berwatak dan memiliki kepribadian seharusnya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat yang ada, sehingga seorang Individu menjadi seseorang yang dewasa dan mampu mengendalikan dirinya sendiri juga melakukan sosialisasi di dalam masyarakat yang ada di lingkungannya.
Masyarkat adalah kelompok manusia yang saling berinteraksi dan memiliki keterikatan untuk mencapai suatu tujuan bersama. Masyarakat adalah tempat dimana seorang Individu mampu melihat dengan jelas proyeksi pengembangan itu. Jika keluarga adalah tempat dimana awal proses bermula, maka dalam masyarakatlah individu akan di uji coba untuk mengembangkan apa yang telah ia dapatkan dari keluarganya untuk diterapkan ketika menjadi bagian dari masyarakat.
Seorang individu yang berada dalam masyarakat tertentu berarti dirinya telah berada dalam suatu konteks budaya tertentu. Pada tahap inilah arti keunikan individu itu menjadi jelas dan bermakna, karena disinilah Individu itu akan terlibat secara langsung dan menjadi perwujudan anggota masyarakat.

5. Urbanisasi
a. Pengertian urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi Urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam, yakni: Migrasi Penduduk dan Mobilitas Penduduk. Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota. Sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara saja atau tidak menetap.
Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari desa, seseorang biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya. Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik. Di bawah ini adalah beberapa atau sebagian contoh yang pada dasarnya dapat menggerakkan seseorang untuk melakukan urbanisasi perpindahan dari pedesaaan ke perkotaan

b. Proses terjadinya urbanisasi
Faktor penarik terjadinya urbanisasi
a) Kehidupan kota yang lebih modern
b) Sarana dan prasarana kota yang lengkap
c) Banyak lapangan pekerjaan dikota
d) Pendidikan seklah perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas

Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi
a) Lahan pertanian semakin sempit
b) Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
c) Menganggur karena tidak banyak banyak lapangan pekerjaan didesa
d) Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
e) Diusir dari desa asal
f) Memiliki impian kuat menjadi orang kaya

Keuntungan Urbanisasi
a) Memoderenisasikan warga desa
b) Menambah pengetahuan warga desa
c) Menjalin kerja sama yang baik antar warga satu daerah
d) Mengimbangi masyarakat kota denga masyarakat desa


Akibat urbanisasi
a) Terbentuknya subur tempat-tempat pemukiman baru dipinggiran kota
b) Makin meningkatnya tuna karya (orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap)
c) Masalah perumahan yang semput dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan
d) Lingkungan hidup tidak sehat, timbulkan kerawanan social dan kriminal


Sumber referensi
1. http://syaifulhasby.blogspot.com/2015/10/ilmu-sosial-dasar-individu-keluarga-dan.html
2. https://ayoesjournal.wordpress.com/2015/10/06/tugas-ilmu-sosial-dasar-individu-keluarga-dan-masyarakat/
3. https://ciptadestiara.wordpress.com/2012/10/24/makalah-ilmu-sosial-dasar-3/

Disusun oleh:

Nama Anggota :
1) Febriyan Syaputra          : 52418644
2) Ilham Aji Pratama          : 53418248
3) Inendya Rahma Tania   : 53418331
4) Kayliev Nabil Auza        : 53418611

Kelas :
1IA16

Jurusan :
Teknik Informatika


Sistem Manajemen Laundry Semi Online - Komputasi Modern

Sistem Manajemen Laundry Semi Online Mata Kuliah : Komputasi Modern Dosen : Dian Gustina,Skom., Mmsi Inendya Rahma Tania -53418331 Lat...